
Masyarakat Dusun Sawahan Menggelar Tradisi Sadranan Pesarean Sawahan: Nguri-uri Budaya, Ngerumat Leluhur
Dusun Sawahan kembali menggelar tradisi tahunan Sadranan Pesarean Sawahan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Acara ini merupakan bentuk pelestarian budaya dan penghormatan kepada para leluhur yang dimakamkan di Pesarean Sawahan. Setiap keluarga datang untuk membersihkan makam keluarganya sebagai bagian dari tradisi turun-temurun yang terus dijaga.
Pada tahun ini, acara Sadranan benar-benar mengangkat konsep budaya Jawa. Para pengurus pesarean mengenakan pakaian adat Jawa, yaitu surjan. Selain itu, area acara dihiasi dengan dekorasi khas mantenan, seperti gapura tarup yang dihias dengan bleketepe, pisang, kelapa kuning, dan bunga-bunga, menciptakan suasana sakral dan penuh makna.
**Rangkaian Tradisi Nyadran**
Tradisi Nyadran di Dusun Sawahan terdiri dari beberapa kegiatan utama:
1. **Besik (Pembersihan Makam)**
Masyarakat bersama-sama membersihkan makam dari kotoran dan rerumputan. Gotong royong menjadi nilai utama dalam kegiatan ini, mempererat hubungan antarwarga dan keluarga.
2. **Ujub**
Pemangku adat menyampaikan ujub atau maksud dari serangkaian upacara adat Nyadran, sebagai bagian dari tradisi yang sarat makna.
3. **Doa Bersama**
Dipimpin oleh pemangku adat, doa bersama dilakukan untuk mendoakan arwah leluhur yang telah meninggal, diikuti oleh seluruh masyarakat yang hadir.
4. **Kembul Bujono dan Tasyakuran**
Setelah doa bersama, masyarakat menggelar makan bersama sebagai wujud syukur atas rezeki yang diterima. Masyarakat asli Dusun Sawahan menyiapkan nasi uduk (sego gurih) lengkap dengan ingkung ayam dan jajanan pasar. Makanan ini dibagikan oleh pemuda-pemudi Ikadasa, di mana dalam satu bakul terdapat nasi, ingkung ayam, dan lauk pauk yang kemudian dibagi menjadi 15 besek. Beberapa bagian ingkung, seperti kepala ayam, jeroan, ceker ayam, dan satu paha, dikembalikan kepada pemberi makanan sebagai simbol tradisi.
Acara Sadranan Pesarean Sawahan berlangsung dengan khidmat dan lancar. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen penghormatan kepada leluhur tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga Dusun Sawahan. Dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya yang luhur, masyarakat Sawahan berharap tradisi ini dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.